Home

Awal kedatangan di acara ini saya muter2 bazaar yang ada di lantai 1, seru juga ada yg jualan kaos, tapi sekaligus mensosialisasikan jajanan pasar, terus ada anyaman dari kertas, kirain dari jauh kyak rotan, pas udah dipelototin, ternyata masih ada teks korannya yg terlihat, ada bnyk lagi sih macemnya, berhubung rada telat, jadi langsung ke atas (ruang auditorium), dan melihat ada 3 orang di depan, mas ilham (sbg moderator), mas adez (ketua panitia acara ini), yg ternyata beliau adalah producer film sing to the dawn, yg pembuatan film animasi ini mencapai 50 miliar, wow… (gpk guling2, hehe). Hebatnya lagi mas adez menyarankan kita foto bareng dengan sebelahnya, kemudian mention di twitter, dan masing2 nge-tweet sedang ada di acara #wirausahakreatif (menggunakan hashtag). jadi setelah acara bisa dapet banyak follower, jika masing2 peserta saling follow dan follback.

Lalu ada mas rhein (co. founder startupbisnis.com). Di sana beberapa pengetahuan berlalu lalang, yg berhasil saya tangkap yaitu, cara mendapatkan mentor (soalnya sy yg bertanya, hehe narcis), menurut mas adez berdasarkan pengalaman beliau, jangan tiba2 minta, melainkan “apa yg bisa saya bantu pak/bu?”. menawarkan bukan meminta. Kemudian mas adez menggambarkan mengenai “jatah gagal”. manusia diberi jatah gagal oleh Tuhan, nah tinggal kita yg konsisten menghabiskan jatah gagal tersebut jika ingin sukses. Jika jatah gagalnya ada 4, kemudian di ujicoba ke 3 udah mundur, yah gajadi sukses. Begitulah kira2 hal yang perlu diingat oleh para wirausaha yg ingin memulai bisnis, dan yg pernah gagal bisnis.

image

Menurut Mas Rhein, yang terpenting dalam berwirausaha adalah capitalize ur knownledge. Beliau handal dalam menulis, dan dengan hal tersebut bisa memulai kok, tanpa harus pusing dengan modal uang. bahkan posisi uang adalah setelah knowledge dan networking.

Yang pualing seru menurut saya di hari terakhir acara ini, yaitu kuliah umum S2 pasca sarjana wirausaha IKJ, seperti yang disampaikan Pak Teguh didalam slide shownya terakhir, ketika Charlie Caplin berpidato, bahwa walaupun semakin canggih teknologi dan informasi yang berkembang, namun jangan lupa sisi humanisme pada manusia, we are human, not a robot…. dan sebelum acara ini ditutup, Bapak Andi S Boediman ikut memberikan materi, beliau adalah pendiri digital studio, dan IDS, sempat menjadi executive di telkom, mengurus plasa.co.id, dan saat ini menjadi investor di bidang kreatif.

Banyak sekali yang didapat dari materi Pak Andi S Boediman, dari mulai ilmu ngolong dan nodong. liat sejarah microsoft, facebook, mereka rata2 nyolong, tapi pihak yg dicolong diberikan value, pihak IBM tentu mendapatkan value dari microsoft. Kemudian jika kita membutuhkan investor, biasanya sebagian besar di kepala kita hanya 3 F, Friends, Familly dan Fools (bodoh). Investor yg tiba2 ngasi dana menurut beliau dibilang fools. Nah untuk itu perlu mengetahui bagaimana kebanyakan investor memiliki sudut pandang, yaitu seberapa besar RESIKOnya. Kita sering mendengar ada fiks cost, tapi incomenya variabel, nah bagaimana agar income kita dapat fiks juga, semua bidang usaha pasti ada cara yang kreatif untuk membuat incomenya tidak variabel lagi. Beliau pun meminta maaf jika menurut beliau value yang mendapatkan order itu lebih tinggi dibandingkan yang menghasilkan ide dan mengerjakan operasionalnya, karena ada 4 point yg paling penting dalam bisnis, 1. Produk, 2. Market Acces, 3. Operasional, 4. Founding. Nah jangan sampe keempat itu kita kerjakan sendiri, kapan berkembangnya kalo begitu….hehe, bner tuh.

Dalam rantai project posisi designer seringkali berada di posisi terbelakang, makanya jarang desainer yang kaya. Beliau pun menyampaikan hal ini berdasarkan pengalaman, oleh karena itu perlunya ilmu manajemen untuk mengembangkan usaha, kita perlu mengetahui seberapa banyak project, sesering apa, dan bagaimana dengan value dari project tersebut. Beliau pun menceritakan kisah pembuat games di negri ini yang dari segi kualitas tidak kalah dengan di luar negri, namun masih jarang dikenal, dan dengan sentuhan beliau, maka pembuat games itu menjadi bertambah value dan tentu pendapatannya. Berdasarkan pengalaman tersebut beliau membuat ideosource, sebagai wadah inkubasi para wirausaha kreatif, dan mensupport funding dan marketnya.

Acara seperti ini mampu membuat saya me-refresh kembali pola pikir saya, dan menjadi lebih visioner terhadap usaha yang saya jalani, selain itu mampu membuka market dan wawasan baru, dan yang paling penting membuat pertanyaan baru muncul di kepala saya, apakah saya ingin memenangkan banyak award, atau mendapatkan banyak project, hmmm… jawabannya dikembalikan kepada passion saya dalam menjalankan usaha ini, jika saya meninggalkan dunia ini, saya ingin dikenal sebagai apa? … gelisah pasti, karena seorang wirausaha harus selalu gelisah dan mencari tahu, dan tetap bergerak menghabiskan jatah gagal dengan perhitungan yang matang.

salam passion🙂

CM

http://www.chandramarwanto.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s