Home

Kejadian ini sudah lama sekali, sampai lupa kapan, hmm… sekitar semester pertengahan kuliah sepertinya ( 8 tahun lalu). Lagi iseng rapihin hardisk eh nemu poto ini deh. Jadi inget dulu pernah menjadi perdebatan, apakah ini mural atau grafiti? kalo menurut literatur di internet sih: “Mural adalah cara menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok atau permukaan luas yang bersifat permanen lainnya. Berbeda dengan grafiti yang lebih menekankan hanya pada isi tulisan dan kebanyakan dibuat dengan cat semprot maka mural tidak demikian, mural lebih bebas dan dapat menggunakan media cat tembok atau cat kayu bahkan cat atau pewarna apapun juga seperti kapur tulis atau alat lain yang dapat menghasilkan gambar.” (wikipedia indonesia)

Tapi pengertian tersebut belum berhasil membuat saya sreg, yang saya lakukan dulu itu menggunakan kuas, cat tembok, dan biang warna, jika saya bilang grafiti bisa, dibilang mural juga bisa. Dulu informasi tambahan yang saya dapat, jika grafiti itu kick n run alias sembunyi-sembunyi (tidak minta izin ke pihak yang bersangkutan), sedangkan mural itu diberikan izin. Hmmm… menurut pendapat saya pribadi sih grafiti itu bagian dari mural. Mural kan sudah ada sejak jaman pra sejarah, coret-coretan menggunakan benda tumpul, kemudian simbol-simbol yang terdapat di Mesir pun disebut mural.

Berarti anak kecil yang corat-coret di tembok bisa disebut mural dong? menurut saya sih bisa, tapi jika dibilang grafiti belum bisa sih, walaupun kebanyakan orang tuanya tidak mengijinkan, hehe… tapi kan anak itu belum bisa kick n run (kl run pasti ketangkep), wkwkwk… jadi ngelantur gni, hehe. Lukisan yang terdapat di beberapa gereja pun bisa disebut mural, kemudian kaligrafi yang terdapat di masjid pun bisa disebut mural.

Jadi daripada pusing mikirin perbedaan deskripsi tersebut, mending fokus sama tujuannya corat-coret aja deh, saya pun kurang setuju jika grafiti itu selalu berkonotasi negatif, biarpun kick n run, jika hasilnya bisa membuat tembok lebih bagus (sebelumnya lumutan, kotor), dan pesan yang disampaikan bisa menyadarkan pembacanya kenapa gak?

Kalo dulu tembok sebagai kanvasku, sekarang hati kamu ajah yah? boleh kan?

wkwkwkwk… UUG, ujung2nya gombal😛

sorry n thnks

CM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s