Home

Dari semenjak duduk di bangku kuliah semester awal, saya diberi kesempatan untuk membuat undangan beberapa teman dekat, kemudian saudaranya teman dekat, terus temennya saudara, temennya teman dekat…. bingung yah? sama dong.

Sampai kemudian diberi kesempatan, dan menentukan pilihan dengan beberapa rekan saya membuka usaha http://www.undanganpro.com, sebuah toko online dan offline (ada toko dan display produknya). Dari yang semula membuat desain sendiri, mencetak sendiri, mengantar ke pemesan sendiri, hingga diberi tanggung jawab mengkordinasi orang lain untuk melakukan beberapa job desk tersebut. Beberapa ilmu alhamdulillah saya dapatkan, baik yang bisa dijabarkan disini maupun yang masih di dalam kepala saya (pengetahuan tasit saya).

Berikut ini saya coba jabarkan kesalahan yang sering terjadi, baik dari segi vendor, maupun pemesan undangan:

– Finishing yang berantakan: hot stamp/poly, emboss/deboss, penempelan, potong, tali/pita

Jika diperhatikan dengan seksama gambar yang saya tampilkan, tentu hal ini terihat lumrah bagi sebagian orang, namun bagi saya, hal ini harus dihindari:

a. Segi poly/hot stamp, seringkali pinggiran dari tulisannya “grepes” (sebutan karena ketidak rataan/kasar), yang disebabkan beberapa macam, antara lain: jenis kertas yang kurang sesuai, pita poly yang kadaluarsa, keadaan mesin yang kurang panas/baik, atau bisa juga salah di manusia (operator poly) karena terlalu terburu-buru/kurang teliti

b. Segi emboss/deboss, seringkali jika dipadukan dengan poly, letak keduanya tidak presisi, dikarenakan jenis kertas, dan operatornya. Kemudian jika kita raba, maka huruf kurang timbul, dikarenakan kualitas klise, tekanan mesin (yg disetting operator) atau jika menggunakan lapis board, seringkali dibagian emboss/deboss tersebut menggunakan lem, dan ketika ditekan posisi menjadi seperti semula.

c. Penempelan yang kurang presisi, dan masih terlihatnya bekas lem. Hal ini sebagian besar karena manusianya, karena tahapan ini belum ada mesin yang menangani, pekerjaan dilakukan manual. Untuk masalah presisi, ketika membuat mal (patokan ketika menempel) kurang diperhatikan detil, namun yang sering terjadi adalah “yang menempel” ingin pekerjaannya selesai dengan cepat, sehingga kualitas dikorbankan, dan juga jam terbang yang kurang.

d. Dalam hal potong pun sering terjadi kemiringan, dan kurang halus (sebut saja grepes). Ini pun sebagian besar karena manusianya, dan karena pisau potong yang tumpul atau pisau punch yg terlalu sering dipakai, namun tidak dirawat.

e. Pemasangan tali/pita lebih baik ditangani oleh orang yang lebih sabar, jika terburu-buru seringkali bentuk simpul dari pita/tali menjadi berantakan.

Tahapan finishing adalah tahapan yang paling membutuhkan supervisi tingkat tinggi, dan jika ingin mendapatkan hasil maksimal, pastikan orang-orang yang bekerja disini memiliki jam terbang yang tinggi, dan karakter yang sabar/telaten. Proses monitoring harus dilakukan sesering mungkin (tidak bisa asal percaya, lalu ditinggal).

– Ketidaksesuaian bahan/kertas antara dummy atau undangan contoh dengan hasil jadi.

Kasus seperti ini sering sekali terjadi, khususnya untuk bahan lokal. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini (sama-sama jenis kertas akasia karton cream):

Jenis spesifikasinya sama, hanya waktu pembelian dan toko kertas yg berbeda, maka kualitas kertasnya pun berbeda, bahkan dengan toko kertas yang sama pun, dan selang waktu beberapa hari, kualitas bisa berbeda. Yang dimaksud kualitas disini adalah ketebalan kertas, warna kertas, dan tekstur kertas. Sebenarnya jika menggunakan jenis kertas import, antara 10 tahun yang lalu (bahkan lebih) hingga saat ini dari segi kualitas sama. Namun jika berbicara tentang harga, hmm… bisa 3 bahkan 10x lipat lebih mahal.

Maka untuk masalah ini, saya biasanya selalu berbicara diawal dengan pihak pemesan, bahwa jika ingin konsisten dari segi kualitas kertas, namun dengan harga yang saya tawarkan diawal, saya angkat tangan🙂. Namun saya coba memberikan solusi dengan jenis warna dan desain yang aman, walaupun terjadi perubahan kualitas kertas, namun para penikmat undangan tidak terlalu memperhatikannya.

– Warna tidak sesuai dengan yang diinginkan pemesan

Hal ini sering terjadi jika tidak melalui proses pembuatan dummy/prototype. Bahkan yang sudah membuat dummy pun masih sering salah dikarenakan operator cetak, dan kerusakan pada mesin cetak (namun tetap dipaksakan). Biasanya saya memberi informasi kepada pemesan diawal, bahwa dummy ini jangan dijadikan patokan 100%, saya hanya bisa menjamin 80-90%. Karena jenis tinta cetak offset dan tinta cetak digital berbeda (dummy biasanya menggunakan print digital)

– Isi/content tulisan yang salah (huruf/kata/kalimat)

Biasanya kasus ini terjadi jika waktu yang tersedia mepet, atau pihak pemesan terlalu sibuk, sehingga kurang teliti dalam mengecek, atau bisa juga karena preview yang saya email tidak dicetak (hanya dilihat di monitor komputer/apalagi HP). Beberapa kesalahan antara lain: nama orangtua berikut gelarnya, antara resepsi atau walimatul…, alamat gedung/rumah, bahkan ada yang tanggalnya salah. Dalam tahapan ini perlu kordinasi dari setiap keluarga, karena seringkali pihak capeng (calon penganin) sudah okeh, ternyata dari orang tua mereka berbeda.

Undangan hanya sebuah kertas yang dihias, dan diberi informasi, namun sebagian besar yang ingin menikah, kertas ini sebisa mungkin hanya 1 kali dibuat (1x menikah), dan ingin hasilnya semaksimal mungkin. Walaupun kalimat yang sering keluar diawal, “cuma undangan, dilihat/dibaca orang udah gtu kebanyakan dibuang”, namun kalimat tersebut ketika prosesnya tidak terdengar mudah lagi. Karena melibatkan berbagai pihak, seperti saya (vendor undangan), calon pengantin, orang tua pengantin, bahkan teman dari capeng (yang sering disebut penerima/penikmat undangan), nah ada berapa kepala tuh? nyatuin dua kepala ajah terkadang rumit, apalagi beberapa kepala yang saya sebutkan sebelumnya🙂.

Semoga dengan penjabaran saya diatas mengenai kesalahan yang sering terjadi didalam proses pembuatan undangan pernikahan, mampu membuat pembaca/calon pemesan mengerti dan akhirnya mengurangi atau bahkan tidak melakukan kesalahan tersebut.

Sorry n thnks

CM

4 thoughts on “Kesalahan yang sering terjadi dalam pembuatan undangan

    • hahaha… ember, grepes mi😛. gak gw aku kl gw yg bkin kok, jadinya und lu jd pelajaran bwt pembaca yg laen mi, pahalanya ngalir trus😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s