Home

Acara ini diadakan bertepatan dengan momen sumpah pemuda, di Masjid Nurul Iman, belakang Hotel Sahid, yang mengadakan adalah yayasan Ar-Rahman yang dikepalai oleh Ust. Bachtiar Natsir Lc. Sayang sekali saya datangnya telat, jadi tidak sempat melihat Ust BN mengisi acara, hmm.. yah udah jalanNya berarti. Ketika datang mengendarai roda dua, saya dengan pedenya masuk lewat pintu depan, ternyata ada signage, sepeda motor dilarang masuk. lalu satpamnya menyarankan untuk memarkir di mid plasa.

Sesampainya disana tidak lama kemudian giliran Bpk Valentino Dinsi (guru enterpreneur), dan Furqon (aktor di film KCB) yang mengisi. Kemudian saya pun mulai mengikuti alur acara ini. Ketika di awal, Bpk Valentino menanyakan “apakah disni ada yang tidak punya masalah keuangan?” tidak ada 1 orang pun yang mengangkat tangan. kemudian beliau mulai menggambarkan mengenai Abdurrahman bin Auf, seorang pengusaha yg sangat kaya di zaman Rasul, dan juga menggambarkan sedikit mengenai pilihan beliau tidak ikut ke rana politik, karena politik di negara kita ini hmm… intinya kurang baik lah, dan beliau memilih mengambil jalan dakwah dan berdagang. Lalu beliau menceritakan sedikit mengenai pengalamannya yang pernah menjadi direktur garuda, dan akhirnya keluar kemudian memutuskan untuk menjadi wiraswasta. Jika melihat karir beliau memang sangat luar biasa, di bangku kuliah beliau sudah berhasil menyekolahkan 6 orang adiknya hingga lulus dari bangku kuliah, dan telah menikah ketika beliau di fakultas ekonomi UI, dan istrinya di fak. kedokteran UI.

Lalu beliau sempat membahas mengenai 4 tahapan yang dilakukan Rasul ketika hijrah dan mulai berdakwah secara terang-terangan, yang pertama yaitu membangun Masjid, dengan maksud membentuk akidah umatnya, kemudian membangun silaturahmi, ketiga membangun pasar, maksudnya membangun perekonomian, dan terakhir membangun tata negara. Menurut beliau keempat itu dilakukan secara hirarkis. Beliau sangat mendukung sekali dengan program Ar-Rahman dan Ust Bachtiar Natsir dalam menggalakkan solat subuh berjamaan di masjid, dan mengirimkan utusan dari Ar-Rahman ke beberapa masjid yang mengusung program tersebut. Karena menurut beliau jika umat islam sudah bisa solat subuh berjamaah di masjid, tentu dari segi aqidah dan silaturahmi akan terbentuk, kemudian secara tidak langsung sisi perekonomian pun bisa terbentuk.

Lalu beliau memberi tips mengenai 3 resep dalam melunasi hutang:

1. Baca doa melepaskan hutang, doanya yaitu:
allaahumma innii a’uudzu bika minal hammi wal hazan,
wa a’uudzu bika minal ‘ajzi wal kasal,
wa a’uudzu bika minal jubni wal bukhul,
wa a’uudzu bika min ghalabatid daini wa qahril rijaal.

Artinya:
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan hati dan kesedihan,
Dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas,
Dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan bakhil,
Dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan tekanan orang.

Catatan:
Abu Umamah (ra) berhasil melunasi hutangnya tak lama setelah dia mengamalkan doa yang disarankan oleh Rasulullah (saw). (HR Abu Dawud)*

2. Menyebutkan asmaul husna yang berhubungan dengan rezeki, seperti: AL WAHHAABU Artinya: Dzat yang maha memberi, AR ROZZAAQU Artinya:Dzat yang maha memberi rejeki, AL BAASITHU Artinya: Dzat yang maha melapangkan rejeki

3. Sering-seringlah istiqfar, qilamullail, dhuha, dan membaca surat Qof, Ar Rahman, Wakiah

Kemudian setelah Bpk Valentino Dinsi, selanjutnya Mas Furqon, beliau mengawali dengan menjelaskan tentang ada dua karakter manusia di dunia ini, pertama pelaku sejarah, kedua pengamat sejarah. Biasanya pengamat sejarah adalah orang yang pintar, sedangkan pelaku sejarah adalah orang yg sukses. Beliau pun menjelaskan mengenai latihan rutin dan menambah bobotnya, seperti yang dilakukan altet tingkat dunia.

Setelah kedua pembicara tersebut giliran sesi tanya jawab, kemudian ada yg menanyakan, banyak orang yg memiliki skill dan personality seperti atlet dunia, namun karena mereka bukan “pilihan” maka mereka jadi tidak dikenal, dan jika ditanyakan apakah sudah sukses? bilang saja sudah, karena sukses itu terletak dari besarnya rasa syukur kita. Bagaimana dengan kedua hal tersebut (yg menanyakan ini, saya sendiri, hehe.. narcis mode on)

Kemudian mas Forqon menjabarkan tentang kesadaran, dan dibagi menjadi beberapa poin, tp sayangnya saya lupa, xixixi.. maaf mas, dan kemudian Bpk Valentino Dinsi menjawabnya, pertama ikuti sunatullahnya, seperti buku yg saya jatuhkan ini adalah sunatullahnya buku ini jatuh, jadi jika anda ingin sukses berlatihlah, dulu ade rai badannya tidak seperti sekarang, sekitar 1,5 tahun berlatih dan semakin lama semakin ditambah bobotnya, akhirnya dia bisa seperti sekarang, dan yang kedua perlunya guru, berlatih jika tidak ada guru akan kurang efektif dan efesien. Kemudian untuk hal yg menanyakan sudah sukses apa belum? jika saya ditanyakan seperti itu, saya menjawab saya terus mengejar kesuksesan saya terus, karena jika orang merasa sudah sukses, dia akan berhenti mengejar kesuksesannya.

Yang pasti acara malam ini seru sekali, jadi kepikiran untuk meminta Bpk Valentino Dinsi jadi guru saya, seperti yang dilakukan Elang (pemenang wirausahawan mandiri pertama, di bisnis property). Kira-kira dia mau gak yah? wkwk… dicoba ajah sih, drpd jd pengamat sejarah, hehe.

salam sumpah pemuda

CM

http://www.chandramarwanto.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s