Home

Dulu gw sempet berfikir bahwa jumatan adalah waktu dimana gw bisa beristirahat dengan tenang, dengan diiringi kipas angin/ac dan lantunan suara dari khotib, mata tidak perlu dipaksa untuk tertutup, melainkan akan tertutup dengan spontan dan mengalir🙂 Namun gw sangat bersyukur bahwa beberapa kali jumatan yg gw ikutin ternyata materi yg disampaikan berhasil menginspirasi dan menyentil gw🙂. Alhasil jadi ga ngantuk deh…

Gw pernah beranggapan bahwa derajat orang tidak bisa ditentukan berdasarkan apa yg dia punya/miliki, apa yg atau dari tahta/jabatan, melainkan dari segi keimanannya, nah tolak ukur dari keimanan kan susah tuh, kl emang hanya dari sekedar atribusi, berarti ormas2 yg ada sekarang lebih tinggi derajatnya dong, secara mereka rajin pake peci dan baju koko :)…. bahkan gw punya pertanyaan iseng, itu peci yg dipakai kayaknya sakti, secara berhasil mengganti fungsi helm menjadi peci🙂
dan menurut ustd di jumatan ini, ternyata salah satu tolak ukur keimanan orang bisa dilihat dari solat shubuh dan isha, barangsiapa yg solat subuhnya rajin di masjid dan berjamaah, maka tingkat keimanannya lebih baik. hmm… apakah benar? dalam hati gw bertanya….. ternyata menurutnya keimanan itu bs diartikan keyakinan, dan ketika orang itu yakin bahwa agamanya mampu membuat dirinya lebih baik, maka keyakinannya yg besar itu mampu membuatnya bangun pagi, tidak takut dengan air yg membasuh mukanya, dan tidak malas melangkahkan kakinya ke masjid, karena dia sangat yakin dengan agamanya.

Dia pun menyelipkan beberapa hadist yg mendukung perkataannya, Rasul pernah bertanya, dan seperti mengabsen para sahabatnya, mana si fullan, trus fullan atunya lg.. secara tidak langsung rasul akan meragukan keimanan sahabatnya jika di waktu subuh mereka masih bertemankan selimut dan kasur🙂 kemudian di salah satu buku yg di referensikan oleh ustd tersebut bahwa di Amerika dan Eropa, dimana di negara tersebut banyak kaum Yahudi dan Nasrani, mereka sudah bangun di waktu subuh, padahal di agama mereka tidak dianjurkan, mereka bangun dan mengajak jalan2 anjing peliharaannya hanya sekedar menghirup udara segar.

Mereka saja bisa melakukan hal tersebut dengan rutin, kita sebagai muslim yg sudah jelas di wajibkan bangun di waktu subuh dan menunaikan salah satu ibadah rukun islam, malah sebagian besar malas melakukannya. Bagaimana kita bisa lebih baik dan menang peperangan dengan Yahudi, jika tingkat keimanan kita belum kuat, kita belum yakin bgt dengan agama yg kita anut, karena keyakinan tersebut terlihat dari solat subuhnya. Bahkan salah satu rekan gw memberikan informasi bahwa saat ini kebanyakan bangsa muslim diserang oleh Yahudi di waktu subuh, dan berhasil memporak-porandakan muslim.

Menurut Ust tersebut jika dilihat dari benefit/keuntungan solat subuh, baik itu dunia maupun akhirat tentu khasiatnya sangat luar biasa, namun yg ia ingin tekankan adalah solat subuh dikaitkan dengan tingkat keimanan seseorang.

Gw jadi gaenak dlu ketika berbicara dengan salah satu ust ternama di kudus, gw cengangas cengenges trus, seperti tidak menghormati dia, padahal gw yakin dia solat subuhnya pasti lebih rajin dari gw, secara dia yg punya pesantren🙂 seharusnya gw lebih menghargai dia, secara kasat mata keimanan ust tersebut lebih baik dan tentu derajatnya lebih tinggi dari gw🙂

Pasti berat melakukan perubahan hidup secara signifikan, seperti membiasakan gw untuk subuh tepat waktu dan berjamaah di masjid, bahkan menurut salah satu temen gw lagi bahwa bisa jadi di 3 hari pertama bisa mual2, dan bahkan muntah2, gaenak deh.. tapi kalo udah berhasil menjalankan selama 3 minggu tanpa kurang sedikitpun, maka kita akan terbiasa. Menurut Rene tolak ukur perubahan itu bisa dilihat dari 21 hari secara konsisten.

Bukan bermaksud menggurui, menceramahi, namun sekedar sharing. Tulisan ini tentu yg pertama ditujukan kepada gw sendiri yang perilaku sehari-harinya (khususnya waktu subuh) msh ugal-ugalan, mudah-mudahan dengan postingan ini gw merasa “lo berani sharing sm orang laen, berarti lo udah ngelakuin dong chan?” Nah itu dia, mudah2an postingan ini salah satu stimulan gw bwt memulai konsisten, dan bisa mendapatkan teman-teman yg menegur gw jika gw menyimpang.

CH

3 thoughts on “Derajat seseorang bisa dinilai dari ……..

  1. “peci yg dipakai kayaknya sakti, secara berhasil mengganti fungsi helm menjadi peci” >> *guling2*:mrgreen:

    Semangat Channy, pasti bisa ‘subuh dan isya’ dimasjid’ ^_^

    just for starter, rite? trus ditingkatkan jadi lebih advance lagi🙂

    • hahahaha, kirain adanya kambing guling, eh ada tata guling juga😀. makasih ta, iyah nih, lg mau nyoba konsisten and makin yakin ajah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s