Home

Sebenarnya materi ini sudah minggu lalu gw dapet, tapi baru sempat menuliskan di blog sekarang. Judul di atas yg dimaksud bukan Ali Topan, atau Muhammad Ali yah..😛, tapi Ali bin Abi Thalib, salah satu khalifah yang juga sahabat dekat Rasulullah SAW. Materi ini gw dapet di SII (Studi Islam Intensif) YISC Al-Azhar, dengan narasumber yaitu: Ust. Arif Ma’ruf, selaku dosen STIU dan STID di Al Hikmah. Kenapa tiba-tiba kok ngebahas anak, karena ada yg menanyakan mengenai pernikahan… hmm detilnya akan gw jabarkan lebih lanjut.

Jadi awal mulanya Ust. Arif berbicara mengenai hidayah, yg menurutnya telah disebutkan di surat Al-Hujurat ayat 17. Terus terang gw pun masih belum begitu mengerti mengenai hidayah itu bentuk kongkretnya seperti apa, ada yg bilang itu adalah hak preogratif Allah SWT, dan bentuknya bisa berbagai macam. Kemudian Ust. tersebut menerangkan mengenai orang beriman yg salah satu sifatnya adalah jujur, dan memiliki 3 syarat, yaitu:

1. Membenarkan dengan hati

2. Pengucapan dengan lisan

3. Diamalkan oleh seluruh anggota tubuh

jika salah satu dari syarat diatas tidak lengkap, maka orang tersebut tidak beriman. hmm… gw beriman gak yah? hehe.. yah mudah2an berusaha terus untuk beriman, amin.

Sebenarnya Ust. Arif cara menerangkannya lumayan komunikatif, khususnya ketika membahas mengenai pernikahan, jodoh, poligami, namun sayang kurang fokus pada satu tema, sehingga gw pun kesulitan, dan bertanya di pikiran gw sendiri, ini sebenarnya temanya apa sih? kok bahas ini itu, jd susah mapping materinya di folder pikiran gw.

Untungnya suasana kelas gw lumayan kondusif, sehingga pertanyaan yg dilontarkan oleh lia, mampu membuat teman lainnya menikmati. Pertanyaannya pertama yaitu: “seperti apa sih bentuk mencintai hanya kepada Allah SWT, dan bagaimana dengan poligami?”

Kemudian Pak Ust. menerangkan terlebih dahulu mengenai bentuk mencintai antar sesama manusia, khususnya antar lawan jenis. Menurutnya, tertarik terhadap orang lain merupakan fitrah manusia, namun janganlah berlebih, apalagi bagi kalian yg belum memasuki jenjang pernikahan. Menyukai orang lain bagi yg belum menikah harus diartikan sebagai menyukai antar sesama muslim, tidak boleh lebih dari itu. Kemudian Pak Ust. coba menjabarkan sedikit mengenai latar belakang poligami saat zaman rasul, dimana saat itu agama islam merupakan agama yg sangat solutif, Rasul dan beberapa sahabatnya memiliki istri lebih dari satu untuk menjalin hubungan baik antara sesama muslim, dalam konteks syiar islam, oleh karena itu banyak wanita yg dinikahi berlatar belakang anak dari kerajaan X, atau sahabat X, agar hubungan mereka semakin dekat.

Kemudian Ust. tersebut melontarkan pertanyaan, ada yg tahu berapa anak Ali bin Abi Thalib? ada yg menjawab “2 Pak Ust, yaitu Hasan dan Husain” kemudian Pak Ust. menjawab, Hasan dan Husain itu anak dari Fatimah (Putri Rasullullah SAW), namun setelah Fatimah wafat, Ali menikah dengan beberapa wanita dan total anaknya adalah 36 (termasuk Hasan dan Husain). Spontan suasana kelas menjadi ramai, wah banyak yah, dan ga mungkin dari 1 istri, secara bikinnya gmn… hahaha..

Kemudian pertanyaan kedua dari … (lupa, maaf yah tmn sekelasku, hehe): “Pak Ust. di Al-Azhar kan sering ada muallaf setiap bulannya, dan persyaratan untuk menjadi muslim itu kan selain syahadat harus ada saksi, nah waktu saya lahir kan ga ngucapin syahadat, dan gada saksinya, tapi kok tiba-tiba saya sudah menjadi muslim, itu bagaimana Ust.?”

Menurut Pak Ust. di surat Al Araf ayat 72 telah disebutkan, intinya semua manusia yg dilahirkan di dunia ini sebagai muslim, walaupun orangtuanya bukan muslim, oleh karena itu di agama lain ada proses baptis, sedangkan di islam tidak ada, kemudian ketika tumbuh besar agama yg dianut berdasarkan apa yg diberikan oleh orangtuanya.

Seru sih dapet pengetahuan baru, walaupun googling juga bisa sih, tapi kan kalo googling proses tanya jawabnya gabisa kayak di kelas😀, kira-kira Pak Ust. nya anak kaskus bukan yah? kl iyah, gw kasi cendol deh, trus bilang nice inpo gan.. wakakak..tt

okeh back to reality, kl inget-inget 3 persyaratan diatas, jd mikir… gw yakin dan membenarkan bahwa gw islam, dan gw tau secara teori mengenai rukun islam, trus apakah gw udah mengamalkan rukun islam itu melalui anggota tubuh gw? kl belum diamalkan berarti belum beriman dong, kl kadang diamalkan dan kadang ngga, berarti beriman-ngga-beriman-ngga… tiba-tiba mati, trus pas mati lagi ngga apa beriman yah? hahaha.. yah mudah-mudahan berimannya bisa konsisten, jd pas mati, pas beriman deh, gausah itung-itungan kayak maen judi😀

salam beriman

CH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s