Home

Selesai sudah masa kampanye saya dan tim sukses dari kelas D, berikut saya lampirkan rangkaian selama 5 hari tersebut.

Selama 5 hari ini saya dan tim sadar akan keterbatasan kami, namun hal tersebut bukan membuat saya dan tim mundur, melainkan semakin kreatif dalam melawan keterbatasan.

Dalam melakukan kampanye ini secara sederhana saya membaginya berdasarkan AIDA, yaitu A=Awereness, I=Interest, D=Desire, dan A=Action. keempat hal tersebut gw tempatkan secara hirarkis, dimulai dari Awereness terlebih dahulu.

Untuk tahapan awereness, saya memilih mengambil parodi dari film my name is khan, karena selain film tersebut populer, film tersebut memiliki pesan yg mendalam mengenai nilai-nilai islam. Saya sadar dari foto perbedaannya sangatlah jauh, walaupun dari huruf hanya berbeda 1 huruf. hehe. Kemudian bendera amerika yg ada di film my name is khan saya rubah menjadi logo YISC.

Menurut saya tahapan awereness ini sudah cukup sesuai, namun saya sadar pemanfaatan media masih kurang, dari jumlah pemilih yang berkisar 300 orang, saya tidak sempat melakukan riset, bagaimana keseharian mereka, kemudian di tahap kedua saya harus membangun interest, disini saya mengandalkan strange saya sebagai salah satu calon, setelah saya menganalisa biodata calon yang lain, differensiasi dan positioning saya yg tepat adalah enterpreneur, dan saya putuskan untuk memilih itu, dan saya dramatisir dengan berbentuk interview.

ditahapan desire, dan action saya memang merasa kurang klop, saya mencoba menjabarkan masalahnya dengan menebak, dan mengandalkan subjektifitas saya sendiri, kemudian di bagian action saya mulai menjabarkan program yg akan saya lakukan. Namun dari beberapa rangkaian yg telah dilakukan, hari ini saya merasa lega. Karena saya selama 5 hari berhasil konsisten mempublikasi satu persatu, yang secara real, saya terkadang merasa bingung, besok isinya apa yah, but… action is my key, intuisi saya sebagai enterpreneur berbicara sendiri, untuk urusan hasil saya tidak bisa berharap banyak, namun saya hanya bisa bertindak maksimal sesuai kapasitas saya.

Saya sadar saya hanya mengandalkan what to say, namun where to say, dan how to say masih jauh dari harapan saya, tapi yg pasti saya minta maaf terhadap pihak-pihak yg merasa terganggu, dan berterimakasih kepada tim saya dan pihak lain yg mendukung saya. Tapi sori nih, ucapan yg pertama tentu buat tuhan saya, yaitu: Allah SWT…🙂

CH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s