Home

Malam ini tgl 13 November, tepatnya hari sabtu, dan bertempat di kantor PT. CCK di Jl. Srengseng sawah Ruko 4c, Moh. Kahfi 2, Cipedak, Jagakarsa-Jaksel. Saya ingin sedikit mem-flashback sekaligus berbagi kepada pembaca blog ini (mudah2an ada pembacanya, hehe) mengenai pengalaman saya menjadi enterpreneur selama 2 tahun.

Semangat berwiraswasta sudah terasa sewaktu masih kuliah (saya kuliah di IKJ jur DKV, msk 2002-keluar 2007) ketika kuliah pun saya sudah memulai dengan membuka studio asal2an🙂, dari mulai: positivismerebelius (saya sendiri), bergerak, wedhok (bersama soit dan Airil poppy, rekan saya di Bogor), rakit (bersama otsy), 2627 (bersama tyan), dan terakhir ketika lulus yaitu chemistudio (bersama helmi), saya memiliki portfolio dan logo dari masing2 studio tersebut. dari setiap studio yang saya dirikan biasanya hanya bertahan tidak lebih dari 3 projek, setelah itu masing-masing mempunyai urusan sendiri, dan tidak ada alasan yang kuat untuk tetap mempertahankan studionya.

Ketika tahun 2008 saya belum merasa kapok untuk berwiraswasta, saya mengajak helmi untuk mendatangi seminar enterpreneur university (milik Purdi Chandra=pendiri primagama), dan harus membayar 100rb, sedikit ragu, namun kita berdua berfikir sambil bercanda, “daripada habis buat segelas ilusion (80rb-120rb) tiap acara DnB, kenapa ga nyoba dateng ajah mi, hehe” ketika pulang dari acara tersebut di hotel pangrango bogor, saya dan helmi semakin merasa terbakar untuk menjadi enterpreneur. Saya kemudian mulai belajar membuat bisnisplan, sumbernya hanya dari om google🙂

Setelah bisnisplan jadi, dengan perhitungan dana pinjaman kurang lebih 130 juta, akhirnya saya dan helmi bertemu dan memutuskan untuk mengajak satu personil lagi, saat itu Iqbal lah yang kami telefon, dan awal mulanya kami janjian di warung tenda kalibata. Ternyata Iqbal pun memiliki mimpi yang sama dengan saya dan Helmi, dan untungnya lagi Iqbal bisa menjadi penengah jika saya dan Helmi debat kusir🙂. Sebelum memilih nama brand, kami berbicara mengenai dana yang dibutuhkan, bagaimana cara mendapatkannya. Dan akhirnya bisnisplan dibagikan ke masing-masing personil, berharap rekan/saudaranya mau menjadi donatur ke 3 orang nekad ini, hehe…

Selang sebulan, dan masih di tahun 2008, kami berkumpul kembali di Bakso Tembak Senayan di kalibata mall, di sana salah satu dari kami berhasil mendapatkan donatur tersebut, namun dari jumlah total, hanya bisa meminjamkan 30 juta, hahaha, jauh sekali dari anggaran awal, kurangnya 100 juta🙂. Di tempat ini masing2 dari kami tetap memutuskan untuk maju, dan kami memerlukan sebuah nama, akhirnya nama HOPEPLUS di ketuk palu, sebuah harapan lebih, plusnya bisa diartikan action, nekad, dll… dan kata ini memiliki ambigu, seperti tidak ada harapan, namun karena kami bertiga yang merasa garing dan juga “palbis” jadi kata tersebut tetap kami pilih, “orang ajah kl hopeples perlu dibantu berarti studio kita perlu dibantu juga dong, hehe” begitulah palbisannya🙂.

Langkah awal yang kami lakukan adalah membuat logo dan membuat web (maklum desainer semua), dalam waktu kurang dari 2 bulan, logo dan website berhasil rampung. Dan dana dari 30 juta tersebut awal mula dibelikan modem senilai 1 juta untuk keperluan membuat website. Setelah itu langkah selanjutnya mencari kantor/studio. Jakarta Selatan kami pilih menjadi lokasi kantor/studio kami. Kami bertiga memulai pencarian selama 2 bulan, dan akhirnya dapat, maklum dengan dana seadanya namun selera kami bertiga tinggi🙂. Lokasi awal kami terletak di Jl. jaha, sebelah Trakindo, Cilandak. Bentuknya rumah, namun kami melihat beberapa rumah di sebelahnya sudah disulap jadi kantor. Kami berhasil deal dengan harga 18 juta setahun, berarti sisa uang pinjaman kami tinggal 11 juta.

Di sana kami memerlukan renovasi, membeli meja dan kursi, dan mencetak keperluan marketing, seperti company profile, kartu nama, amplop, dll, yang jika ditotal keseluruhan, dana sisa tersebut habis, hehe…  Di usia kami yang saat itu (saya dan helmi) 23 thn, dan (Iqbal) 25 thn, bukannya mendapatkan pemasukan dan memiliki tabungan, namun berhasil menghabiskan dan berhutang masing2 10juta kurang dari sebulan. Lalu bagaimana kelanjutannya?

Mau tidak mau, suka tidak suka kami harus bertahan dari projek yang masuk, dan apakah ketika mendirikan hopeplus kami memiliki klien tetap? nope, tidak sama sekali, hehe.. Bahkan tidak sedikit yang memprediksikan bahwa usaha kami tidak akan lewat dari 3 bulan. Singkat cerita setelah 2 bulan berlangsung kami tetap di Cilandak, bahkan di awal bulan tersebut kami merasa senang, karena ketika 2x akhir bulan keuntungan dari pekerjaan yang kami dapat, melebihi gaji kami dahulu, dan ternyata kesenangan tersebut hanya sesaat, hahaha… di bulan ke-3 hopeplus berjalan, kami memutuskan untuk di bantu oleh awang sbg desainer dan Bang Mail sebagai bapak rumah tangga, dan di bulan ke-4 sudah ada seorang marketing yang bernama Yusup, di sana Yusup sangat berpengaruh, khususnya dalam membangun corporate culture, dan masih di bulan ke-4 salah satu rekan Yusup yang bernama Ruday ikut membantu. Keadaan internal kami semakin membaik.

Sayangnya di bulan ke-6 Yusup sudah tidak menjadi bagian dari hopeplus lagi, namun peran Ruday disana sangat membantu, Ruday mulai sharing mengenai manajemen sebuah institusi yang baik, dan Ruday mengusulkan untuk membuat PT. Kemudian kami berempat setuju untuk membuat PT, dan Cipta Cita Kreasindo dipilih menjadi namanya, ketuk palu dilakukan di Sop buah Pak Ewok Bogor. Untuk proses pembuatan PT, kami serahkan ke Ruday, dan dengan adanya ruday, hopeplus mulai melakukan pembenahan internal, khususnya dari segi manajemen, di bulan ke-7 kami meng-hire satu orang keuangan, karena dengan sistem rolling, kami berempat, tidak ada yg sukses memegang keuangan, hehe.

Lucunya ketika kami berempat menandatangani akte notaris di kuningan (tepatnya wisma Bakrie) asisten notaris tersebut sempat bertanya, “ini tanggal lahirnya bener kan mas?” hehehe, bner lah mba, “masih pada muda2 yah”, iyah mba modal nekad, hehe…

Singkat cerita ketika proses pembuatan PT, kami sempet terhalang dengan pengurusan TDP dan SIUP, karena lokasi dan tempat kami yang berbentuk rumah tidak berhasil direstui oleh pihak RT dan RW🙂. Ternyata kantor yang berada di sebelah kami menggunakan alamat di tempat lain. Faktur pajak dan no rek perusahaan tidak dapat dibuat jika 2 persyaratan diatas belum jadi. Akhirnya setelah setahun kami di Cilandak, kami memutuskan untuk pindah ke ruko, setelah sebulan mencari dan dibantu oleh tetangga saya bernama Budi, akhirnya kami menemukannya di daerah Srengseng sawah, kurang menjual memang nama jalannya, tapi ruko ini masih baru, 3 lantai lagi, dan yg pasti masuk di budget, hehe

Ketika beberapa hari pindah, kami berempat merasa tempat ini besar sekali, gmn kl kita sekat2, trus kita buka usaha lagi, begitulah celetukan salah satu rekan kami. Boleh tuh, bkin toko undangan ajah, ntr pemasarannya via online. bungkussss!!!, kami berempat langsung menyetujuinya. Tak lama kemudian, logo dan web langsung diproses, begitupun dengan display toko undangan yang ingin dibuat. Kurang dari 2 bulan toko sudah dibuka, kami melakukan grand opening hanya dengan membagi2 nasi kotak yg di package bersamaan dengan flyer, hehehe.. tetep promosi.

Perubahan penanggung jawab toko undangan berganti-ganti, dan semakin lama semakin membaik, dan singkat cerita lagi, sekarang undanganpro (toko undangan kami) sudah berusia 9 bulan. Berbagai macam pengalaman kami rasakan, dari mulai rugi besar karena cetak ulang, dikomplain konsumen, dipuji konsumen, di google search menempati page 1 (dengan SEO), belajar online marketing, belajar mencari tahu mengenai ekspedisi, fans di page facebook hingga 1800 lebih, pengunjung di web dan blog yang saat ini tidak pernah kurang dari 25 orang per-hari, di cap sebagai tukang undangan, hehe… dan masih bnyk lagi

Akhir kata, karena ternyata tulisan ini sudah semakin panjang, yang ngetiknya ajah capek, apalagi nanti yg baca, mudah2an ngga, hehe…. Saat ini PT. CCK sudah dibantu oleh beberapa personil, seperti: 3 orang desainer, 1 orang keuangan, 1 orang bapak rumah tangga, 1 orang manajer toko, 1 orang produksi, dan 2 orang bagian finishing, ditambah kami berempat jadi total ada 13 personil PT. Cipta Cita Kreasindo. Walaupun awal mula berdirinya undanganpro sempat menjadi pisau bermata dua bagi kami, tapi kami tetap optimis, dua usaha kami yg sudah terpublish ini akan berkembang, amin…

Terimakasih yang utama buat Allah SWT,  buat rekan-rekan kami di PT. CCK, kemudian konsumen dan klien kami yang telah percaya dengan hopeplus dan undanganpro, tanpa kalian kami tidak akan terus berkembang, dan tidak lupa doa kedua orang tua saya, I love u mom and dad…🙂

salam,

www.hope-plus.com

www.undanganpro.com

CH

5 thoughts on “Asal mula PT. Cipta Cita Kreasindo (HOPEPLUS+UNDANGANPRO)

    • makasih bu… amin, sm2 yah ya, smoga dikau suksesselalusenantiasa juga🙂
      ilmunya apa yah, hmm.. HARUS SUKA BGT sm bisnisnya yak, gw sih kl udah suka, ga bkal itung2an, berani kelaparan, kdang autis, bs nge-reduce ego demi yg gw suka. ituh x yah.🙂

  1. Keren euy,bwt perjuangan kalian bertiga u/mjd entrepreneur…salut! Keep up ur great work,tetap smangat. Barakallahu fiikum for all of u guys…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s