Home

Hari ini, Kamis pukul o7.15 WIB, gw mulai berangkat dari kantor (Cipedak-Jagakarsa) menuju Tebet, Yang ada di kepala gw, mm.. paling lama 40 menit perjalanan, secara sebelumnya gw ke tebet juga, hanya 20 menit nyampe, itu sekitar pukul 11 siang. Terus terang gw sudah jarang jalan-jalan, apalagi jam kantor melewati jalan pasar minggu, mm.. terakhir mungkin 1 tahun yg lalu. Kemudian setelah melewati pasar minggu, patokannya adalah dekat pom bensin/halte volvo, …..itu yg namanya motor jalannya dkit2, nah kl mobil sudah dipastikan 2 menit sekali baru jalan🙂.

Gw harus bisa merubah permasalahan ini menjadi sesuatu yg menyenangkan, karena bukankah kesenangan itu timbul dari kita sendiri, bkn karena faktor eksternal

Ketika melihat suasana chaos seperti itu, gw berpikir, bagaimana agar kemacetan ga bkin gw jd emosional, ga menyalahkan apa ajah yg ada dihadapan gw, dan yg pasti jgn sampai membuat gw tertidur (secara gw br tdr 2 jam), akhirnya gw memutuskan untuk berhenti, dan memarkir siput gw (nama vespa spesial thn 78 warna putih, punya gw) Gw harus bisa merubah permasalahan ini menjadi sesuatu yg menyenangkan, karena bukankah kesenangan itu timbul dari kita sendiri, bkn karena faktor eksternal. Akhirnya tanpa pikir panjang, gw menyetop bus umum, setelah bayar, gw langsung menyenderkan kepala gw, dan.. zzz… zzz… yups gw tertidur pulas, senang rasanya bisa mengisi energi gw, dan ketika bangun ternyata baru sampai pancoran, dan macetnya pun belum berakhir.

Ternyata benar artikel yg saya temukan di kompas.com, bahwa kemacetan mengakibatkan kerugian yg sangat besar, akibat pemborosan energi, waktu, dan juga polusi. Namun gw pun yakin bahwa masyarakat indonesia sangat kreatif, gw berharap sebagian besar masyarakat indonesia tidak menunggu dan menyalahkan macet, bagi gw untuk saat ini menyalahkan macet, seperti kita menyalahkan batu yg berada di jalan (yg membuat kita tersandung), karena untuk mengatasi kemacetan bukan hanya urusan 1 institusi, melainkan saling terintegrasi, kl gw pribadi sih yg gw salahkan yaitu yg ngasi kredit motor dengan mudah, bagi gw mereka lebih bersalah dibandingkan supir kendaraan umum, secara dari dulu namanya supir angkot, ya… mungkin gw gausah dijabarkan banyak yg sudah tau, tp dlu ga separah skrng, menurut gw gada yg berubah dengan perilaku supir, yg berubah ya jumlah kendaraan pribadi yg melintas.

saat ini menyalahkan macet, seperti kita menyalahkan batu yg berada di jalan (yg membuat kita tersandung)

Okeh, kembali lagi ke awal, tujuan gw disini bukan untuk menyalahkan, tapi mencari solusi kreatif, bagaimana agar kemacetan menjadi hal yg menyenangkan, buat gw pribadi yg akan gw lakukan yaitu:

– tidak menggunakan motor/mobil, gunakan kendaraan umum, taksi gpp lah kl punya duit🙂. kemudian lakukan kegiatan di dalam kendaraan umum, seperti tidur, mendengarkan musik, membaca buku (jika sudah biasa), berbicara dengan penumpang sebelah, maen rubrik, maen PSP, chatting, telpon klien/teman lama, email2an kerjaan (kl hpnya udah mendukung).

– Kl cara diatas masih membosankan, mungkin jgn naek kendaraan umum, cari truck yg belakangnya kosong, lalu stop, dan naik dibagian belakang, kemudian disana kt bisa coba latihan capuera, sit up, yoga, push up, latihan dribbling/keeping, balet, dll… bkin ruangan tersebut efektif, bermanfaat, dan menyenangkan pastinya🙂

– Kl msh juga standar, atau malah malu karena terlalu ekstrim, atau bisa bkin bau badan, mm… bs gabung dengan komunitas nebeng.com, jadi bagi yg rutin berangkat kerja, dengan ikutan komunitas tersebut bisa menikmati kemacetan dengan berbicara dengan sebelah gw (tentu sudah kenal terlebih dahulu)

– Mmm.. karena gw wiraswasta, gw melihat kemacetan adalah peluang, sebenarnya yg dilakukan EO untuk mengumpulkan massa yg banyak, dan massa tersebut bisa fokus terhadap sesuatu yg disampaikan bisa terjadi ketika jalanan macet. Gw bisa bayar tukang sulap biar bisa menghibur orang2 di jalan, atau gw panggil ustadz bisu, ups sori, maksud gw ahli agama yg bisa menyampaikan nilai agama dengan cara lain, selain berbicara tentunya, gmn tuh, gw jg blon mikir detil sih🙂. Atau hiburan lain yg cocok untuk pengguna jalanan macet, tentu karakternya (gampang marah, ga sabaran, egois tingkat tinggi, kepanasan/gerah, encok sakit, dll…)

Masih banyak lagi sih yg bisa gw lakukan untuk menikmati kemacetan tersebut, tapi daripada gw terlalu fokus kesana, gw ngurus kantor gw dlu ajah kali, karyawan gw ajah belon tentu sudah bekerja secara efektif kl ada gw, apalgi kl gw tinggalin bwt ngehibur orang macet, hehehe…

Macet is fun

Salam

CH

One thought on “Jalan pasar minggu, pukul 08-09 pagi, sebaiknya bagaimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s