Home

Sebuah pertanyaan yg timbul ketika ada sesuatu yang kurang nyaman melanda sebagian besar orang, dan telah terjadi beberapa lama, akhirnya timbullah pertanyaan ini, karena jika sedang dalam kenyamanan, jarang sekali orang yg menanyakan, kebanyakan mereka larut didalamnya. Saat ini pertanyaan itu timbul pada diri gw.

Pertanyaan ini tidak selalu berarti negatif, karena ketika seseorang berani bertanya menurut gw itu sudah tindakan positif. Pertanyaan ini pun bisa ditujukan kepada siapa saja, Tuhan pun termasuk🙂. Namun jika gw mempertanyakan ini ke Tuhan, pasti Tuhan akan mempertanyakan balik ke gw, sampai kapan juga hambanya yg kecil ini terlalu menuhankan kepentingan dunia, sampai sering sekali Tuhan dilupakan keberadaannya dan tidak dianggap lagi menjadi kebutuhan hidup.

Pertanyaan ini menurut gw sangat berhubungan dengan waktu, karena kata “kapan/when” itu menunjukkan keterangan waktu. Dan waktu itu dari dulu hingga sekarang tidak berubah, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan 12 bulan setahun. Jadi sangat tidak relevan jika dalam sebuah tanggung jawab, kita selalu menyalahkan waktu, yg perlu diperhatikan bagaimana kita memanfaatkan dan membuat waktu itu begitu berharga.

Menurut gw jika pertanyaan “sampai kapan” terlontar, yg perlu diperhatikan pertama adalah “siapa”, siapa yg bertanggung jawab dengan persoalan ini.

Tulisan ini sebenarnya muncul karena beberapa kejadian dan gw berusaha menarik benang merah dari kejadian tersebut, antara lain: ketika berhadapan dengan konsumen undanganpro, ketika ada beberapa yg tidak sesuai timetable, gw pernah menyalahkan waktu, maaf mba/mas, waktunya terlalu mepet, pdhl gw bisa menjelaskan sekaligus mengedukasi kepada konsumen bahwa tim kami memiliki keterbatasan, kami pun ingin pekerjaan yg kami lakukan lebih humanis. Kemudian pertanyaan ketika meeting internal, dimana gw harus memberikan estimasi waktu yg terukur dengan jelas, pdhl gw belum mengukur kemampuan SDM/tim gw, dan akhirnya estimasi tersebut tidak berhasil dijalankan.

Saat ini gw belajar banyak sekali mengenai waktu, dulu gw terbiasa menentukan/memberikan estimasi waktu untuk sebuah project hanya berdasarkan kemampuan 1 orang, yaitu gw sendiri, namun sekarang gw harus menggabungkan beberapa orang menjadi 1 tim, dan kemampuan tim tersebut yg menjadi tolak ukur gw.

Gw pun lebih berhati-hati dalam menjawab pertanyaan “sampai kapan”, Gw harus benar-benar mengetahui kekuatan dan kelemahan tim gw, batasan2 apa saja yg menghalangi, mudah2an tim gw selalu solid dan bertambah kekuatannya, agar slogan kampanye Yusuf Kalla bisa tercapai🙂. Jika belum bisa cepat, gw harus segera menumbuhkan personality yg positif agar segala macam rintangan bisa dilalui dengan fun, baik kepada tim, maupun gw sendiri.

Oiya,,,,, jika pengen lebih cepet lg, harus cepet dan bnyk pula sedekahnya🙂 amin….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s