Home

Judul diatas tercetus ketika, kemarin gw menghadiri acara majalah versus, dimana disana terdapat berbagai nara sumber dari PPPI, Afterhour, I-brand, … (maaf saya lupa sisanya :D). Acara berlangsung lancar, walaupun baru dimulai pukul stgh 3 (telat stgh jam). Berbagai narasumber menjelaskan pitching ideal seperti apa, kemudian sikap yg perlu dihadapi oleh disainer dalam menghadapi pitching seperti apa, hingga hubungan antara presentasi, fee, hingga negosiasi dijelaskan secara singkat.

Namun yang menjadi ganjalan bagi gw, mm… Untuk masalah free pitching itu sebagian besar dihadapi antar institusi, dan didalam institusi itu yang paling berperan adalah pemegang kebijakan (dibaca: BOD). Acara seperti ini menurut saya lebih efektif jika yang diundang adalah klien dan BOD dr masing2 agency (baik besar maupun kecil). Maaf jika sedikit sombong😀. Saya merasa saya sih salah satu audience yg tepat untuk acara tersebut, secara jabatan ECD (Executive Creative Director), dimana salah satu responsible saya adalah menentukan kebijakan di divisi kreatif saya, hehe. Di acara tersebut saya pun bertanya “ada tips bwt agency pemula (yg sering melakukan free pitching dengan alasan dapur ngebul) agar mereka bisa tegas, tidak akan melakukan free pitching ga?

Menurut salah satu sumber yaitu ketua PPPI (maaf sy lupa namanya :D). Satu, Perusahaan tersebut harus mengikuti award, karena menurutnya award itu seperti fashion show, anda pernah lihat berbagai merk, seperti gucci, dolche gabbana, vercace, dll membuat desain pakaian yg terkadang transparan, hingga terlihat dalaman dan lekuk tubuh modelnya, hal tersebut dilakukan agar detil dan inovasi brand nya muncul (maaf jika kata2nya ssaya modif :D), tapi ketika anda berkunjung ke toko merk tersebut, tidak ada satu pun yang dijual, yang berada di toko tersebut hanya produk yang sesuai dengan pasar.

“Mengikuti award itu seperti mengikuti fashion show”

Dua, perusahaan baru tersebut harus melakukan “hal gila”, dia sempet bercerita mengenai apa yg dilakukan founder semut api coloni diawal mereka berdiri, dan saat ini semut api merupakan agency local yang disegani di tanah air. Namun gila disini menurutnya harus memiliki konsep yang jelas, jgn sampai seperti mengendarai sepeda di jalan tol (bs mati), kl naek sepeda ke luar negri sih gpp (tp ttp ga lwt jalan tol).

Yang saya tangkap dari narasumber yg ada adalah, bagi perusahaan harusnya smart dalam melihat peluang (saya membacanya mslh fee apa ngga itu urusan belakangan, yg penting bs melihat keuntungan lain, selain materi). Selain itu untuk berkompetisi, Sebuah perusahaan agency harus memiliki value tersendiri, dan mampu menerjemahkan brief dari klien dgn baik. Buat saya dan perusahaan saya sih melihat pitching (free atau tidak) itu seperti kompetisi berbasis bisnis. Dan itu tidak menjadi prioritas perusahaan saya saat ini, saya lebih merasa bangga jika dikenal sebagai perusahaan yang bermanfaat bagi orang banyak, mampu mengharumkan nama Indonesia, dan mampu menciptakan inovasi baru setiap saat, dibandingkan perusahaan yang “jagoan pitching”.

saya lebih merasa bangga jika dikenal sebagai perusahaan yang bermanfaat bagi orang banyak, mampu mengharumkan nama Indonesia, dan mampu menciptakan inovasi baru setiap saat, dibandingkan perusahaan yang “jagoan pitching”.

Diluar konteks pitching, gw dah terimakasih bnyk bwt yg ngadain acara ini, dan khususnya narasumber yg udah memberikan info-info penting yang mampu menginspirasi saya dan perusahaan saya. Entah itu judulnya pitching, piring atau pirching, begitupun yg dateng desainer, BOD, klien atau OB sekalipun, semua itu hilang ketika mendengar narasumber bercerita dengan pengalamannya dan pandangannya yang menarik, walaupun di pikiran mereka faktor profit tetap ada, tapi saya yakin tujuan mulia mereka untuk meningkatkan value desain grafis di masyarakat dan klien tetap tumbuh subur.

2 thoughts on “Pitching: Desainer vs Klien

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s