Home

Kadang-kadang ketika kita jauh dari keramaian, dan malas melakukan aktivitas, timbul pertanyaan singkat mengenai hidup, “kenapa dengan hidup kita ini yah?”. Ketika hal ini terjadi, sebenarnya kita sedang berkomunikasi dengan diri kita sendiri, yang menjadi murid dan guru adalah kita sendiri, yang mengeluarkan pertanyaan dan memberi jawaban pun kita sendiri, Proses ini merupakan yang terpenting dibandingkan ketika kita berguru dengan orang lain, atau bahkan orang tua kita sendiri, karena jawaban yang didapat disini sangat objektif, kita yang paling tahu kemampuan, dan masalah yang kita punya.

Saat ini yang menjadi pertanyaan gw yaitu 3 kata yang gw jadikan judul. Dunia yang gw geluti yaitu desain komunikasi visual, dalam dunia ini berbagai permasalahan muncul, dari mulai gw menjadi mahasiswa, pekerja, hingga menjadi “yang mempekerjakan”. Ketika gw kuliah dan menjadi pekerja, sisi sosialis gw dalam dunia desain grafis sangat tinggi, maksudnya yaitu ketika gw di beri kepercayaan oleh orang lain untuk mengerjakan sebuah desain, gw selalu beranggapan “gw menolong mereka” ketika ditanyakan harga jual, gw merasa tidak perlu, karena ketika kuliah gw sudah mendapat pemasukan dari ortu, dan ketika gw bekerja gw mendapat pemasukan dari kantor tempat gw bekerja (dunia matrealis gw).

Namun setelah gw memulai membuka usaha, sisi sosialis itu menurun drastis, mindset gw berubah menjadi “untung rugi”, dan juga “nilai positif desain grafis”, kedua hal tersebut merupakan sisi matrealis dan idealis gw sebagai sarjana desain. Kemudia pertanyaan muncul, apakah mindset gw saat ini salah? atau mindset gw sebelum memulai usaha yang salah? Bagi gw keduanya tidak salah, hanya saja faktor “ketidaktahuan” yang terlibat disini. Ketidaktahuan gw terhadap harga jual desain, ketidaktahuan gw terhadap kebutuhan klien gw, ketidaktahuan gw mengenai kelebihan yang gw miliki, dan ketidaktahuan lainnya.

Saat ini ketika gw “mengetahui” bukan berarti gw menghilangkan sisi sosialis gw, melainkan gw harus sadar mengenai positioning yg gw lakukan dalam usaha desain ini, kapan gw harus bertindak matrealis, idealis, dan sosialis. Yang pasti gw yakin gw mampu melaksanakan ketiganya bersamaan, bukan berarti gw harus matre, baru gw bisa idealis, atau matre, matre sekalian, gausah sok sosialis.  Kata-kata tersebut harus gw kubur dalam-dalam. Jika gw simpulkan dari ketiga kata diatas, yaitu:

– Matrealis=dapur ngebul=komersil=yang penting laku

– Idealis=berkarya=meneliti=mengembangkan nilai desain=inovasi

– Sosialis=membantu dgn ikhlas=ga dibayar=dibayar seadanya=bergaul= memperkenalkan.

Jika tulisan diatas masih banyak kesalahan, mohon dimaafkan, karena bukan salah atau benar yang terbaca, melainkan “ketidaktahuan”.

Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s