Home

Kalimat yang sangat berarti bwt gw ketika pada bulan November 2008 memutuskan membuka usaha sendiri, yang diawali dengan mengontrak rumah di Jakarta Selatan, tepatnya di Cilandak. Menyewa tempat merupakan bagian dari langkah awal yang gw lakukan selain memutuskan berhenti menjadi pegawai kantoran, dan membuat bisniss plan. Gw sangat beruntung, karena langkah awal gw ini didukung oleh 2 orang sahabat gw, mereka pun rela menanggung hutang yang dipinjamkan oleh donatur.

Mempunyai usaha sendiri merupakan mimpi kita bertiga, walaupun bagi sebagian besar orang berpendapat bahwa kita masih terlalu cepat untuk memulainya, menurut mereka masih terlalu besar resiko yang kita ambil. Opini dari mereka beragam, dari mulai usia kita yang masih terlalu muda (di bawah 27thn), latar belakang keluarga kita bertiga tidak ada yg menjadi pengusaha, klien kita bertiga masih kurang, jaringan bisnis yang kita bangun belum cukup, jaman sedang sulit karena krisis global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar masih tinggi, pinjaman yang kita dapat masih minim, dan bidang yang kita geluti banyak persaingan, Mendengar pendapat seperti itu bukannya kami cuek dan tidak mempedulikannya, kami berpikir panjang,dan selalu mendiskusikannya.

Ternnyata cita-cita dan semangat saja tidak cukup untuk kami bertiga, kemudian kami mencoba mengikuti seminar enterpreneurship, dan di dalam ruangan tersebut kami mendapat pencerahan baru, belum lagi kami membaca dan menonton film mengenai tokoh besar seperti steve job dan bill gates, membuat keputusan kami semakin bulat, karena mereka berdua memulai usahanya lebih muda daripada kami, bahkan mereka sampai mengorbankan kuliahnya. Selain dua orang tersebut kami melihat pendiri google, facebook, myspace, yahoo, dan wordpress ternyata mereka pun jauh lebih muda.

Akhirnya langkah awal kami pun dimulai……
banyak perhitungan yang meleset dari bisnis plan kami, namun hal tersebut tidak menghalangi kami melangkah, sekali maju tetap maju, GAS POL…
ketika beberapa bulan usaha ini berjalan, kami bertemu beberapa pengusaha yang sudah memulai lebih dulu, mereka menularkan paradigma, bahkan ideologi mereka kepada kami, awalnya kami berpikir simpel, jika usaha kami mandek dan gulung tikar, kami akan mulai bekerja menjadi pegawai lagi dan membayar hutang kami ketika membuka usaha ini.

TERNYATA….
Bagi mereka (pengusaha senior) berwiraswasta adalah harga dirinya, berapa kali pun mereka jatuh, mereka tetap akan berdiri lagi dan tetap menjadi pengusaha, bagi mereka jika usahanya bangrut lalu menjadi karyawan merupakan hal yang mustahil, karena jika melakukan seperti itu mereka sama saja seperti “mayat hidup”, mending mereka mati, daripada menjadi pegawai. WOW.. ekstrim sekali… Tapi anggapan mereka ada benarnya sih, kebayang anggapan keluarga, sodara, dan teman disekitar gw kl gw berhenti menjadi pengusaha,, pasti mereka berpersepsi gw gabecus lg jadi pengusaha, dan gw orang yg ga konsisten.

Kesimpulannya sih ketika gw mutusin jd pengusaha, secara tidak sadar dan tidak langsung, masyarakat melihat gw telah masuk ke dalam kelas tersendiri, dan tidak mudah keluar dari kelas tersebut, kecuali gw siap dengan persepsi negatif yang beredar di masyarakat. Persepsi tersebut lebih sulit diterima dibandingkan hukuman/denda yang dikeluarkan pemerintah. Okay kl gw udah bisa masuk kelas, dan jadi murid baru, kenapa gw ga kenalan ajah sama yg didalam kelas….:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s