Serunya jd panitia "greenwedding" di "rumah saya" :)

Pada tanggal 26 Feb 2011, Mas Arief dan mba Dini melangsungkan pernikahan di “rumah saya” daerah Pasar Minggu. Mereka berdua memang sudah lama berkarya di isu climate change, sampai akhirnya di hari sabtu kemarin status mereka pun change :) Karena kedua mempelainya bergerak di bidang lingkungan, acara pernikahan yg mereka pilih pun berbau “ramah lingkungan” atau saya menyebutnya sebagai konsep “greenwedding“, padahal undangan maupun dekorasinya kebanyakan menggunakan warna biru-kuning, kok disebut green, green darimana? hmm.. akan saya coba bercerita secara singkat deh :)

Lokasi acara pernikahan yang mereka pilih bukan sekedar bernuansa jawa yaitu rumah joglo, melainkan dengan mengadakan di ruang terbuka, mereka tidak perlu lagi menggunakan ac. Lalu dalam proses pembuatan undangan pernikahan, mereka memilih menggunakan kertas cyclus, yang 100% hasil daur ulang, selain itu dari bentuk dan desainnya dibuat sederhana, hanya 3 lipatan dan ketika dalam keaadaan terlipat akan terlihat seperti amplop, jadi tidak perlu menggunakan amplop/plastik lagi. undangan versi cetaknya pun hanya diproduksi sedikit, sisanya lebih banyak via email (menggunakan wedding site).

Apakah hanya itu saja? ternyata tidak :) . Sampah tidak  luput dari perhatian calon mempelai, ga tanggung-tanggung, yg bantuin ngolah sampah di acara ini yaitu mba melly dan mba shanty, mereka berdua tahun lalu telah berhasil mengadakan acara kumkum di museum bank mandiri yg berhasil membuat acara tersebut ramai pengunjung dan paling sedikit menghasilkan sampah. Dalam acara ini mereka berhasil menjaga lokasi tetap bersih, bukan hanya sekedar peran dari pihak catering, melainkan peran dari pengunjung yg datang, salah satunya karena signage yg mereka buat bareng dengan saya (tetep narsis :) ).

Menurut pendapat saya pribadi sih, mungkin acara ini adalah acara pernikahan yg tidak terlalu besar, namun ramai dengan signage/papan informasi. Sejauh mata memandang, dari mulai pengunjung datang, makan, dan bercengkrama dengan teman, informasi yg terpampang tidak luput dari perhatiannya, namun kita berusaha untuk tetap tidak mengganggu keindahan dekorasi juga kok :) . Dari mulai disediakan tempat piring/gelas kotor, dan pengunjung diminta memisahkan gelas/piring/sendok sesuai wadah yg tersedia, kemudian yg tidak kalah unik dalam penggunaan gelas, pengunjung disediakan stiker, dimana mereka menuliskan nama di stiker tersebut, lalu menempelkannya di gelas masing-masing, agar mereka tidak perlu mengambil gelas bersih kembali ketika ingin minum dan dapat mengisi kembali ditempat isi ulang yg telah tersedia.

Yang tidak kalah unik dan green yaitu buku tamu, dimana pengunjung tidak seperti biasa, yaitu menuliskan nama dan alamat di sebuah buku besar yg tersedia di meja penerima tamu, namun di acara ini, menggunakan wish card, sebuah kertas kecil yg berisi informasi nama, alamat, dan pesan untuk mempelai, selain kertas yg digunakan kertas cyclus juga, card tersebut nantinya akan dikemas menjadi buku kenangan. Dan uniknya kertas tersebut digantung di sebuah pohon (whish trees) yg tersedia di dekat pintu masuk. Selain menambah keindahan dekorasi, whis trees ini mampu menjadi perhatian khusus bagi anak kecil yang berada di lokasi, beberapa anak kecil mencoba menggantungan card sendiri, seru sekali melihat pemandangan seperti ini, selain menghibur mampu membuat konsep green tetap terjaga.

Setiap beberapa menit, MC (Mas Tori) membacakan beberapa pemenang yg berhasil menuliskan pesan terunik dalam wish card, dan pemenang tersebut mendapatkan hadiah menarik berupa tas belanja yg bisa dilipat (hadiahnya aja berbau ramah lingkungan :) ). MC dalam acara ini pun sangat komunikatif, selain mampu membuat suasana tetap hidup, Mas tori selalu mengingatkan tentang konsep green yg di usung, dan melibatkan pengunjung dalam memberi pendapat terhadap acara ini, ternyata pengunjung merespon dengan positif Lho….

Ketika berbicara mengenai green, tentu tidak sekedar warna, atau tema, melainkan tindakan yang terintegrasi

Senang sekali mampu terlibat dalam acara ini, walaupun setelah selesai badan terasa remuk :) , namun saya tetap tersenyum dan terpikir, “hmm.. bisa juga yah acara pernikahan dibuat seperti ini” terimakasih buat kedua mempelai, semoga kehidupan setelah menikah akan semakin lancaaarrrrr jaya :) , kemudian para panitia yg semuanya luar biasa, dan maaf tidak bisa disebutkan satu-persatu, untuk vendor yg telah bekerjasama, dan mungkin sempet merasa bingung, “kok acaranya begini yah” hahaha… beda sih, tp ga menghilangkan esensi dari sebuah acara pernikahan kok :) .

Ketika berbicara mengenai green, tentu tidak sekedar warna, atau tema, melainkan tindakan yang terintegrasi, seperti dalam acara pernikahan CD+AD ini. Semoga kedepannya semakin banyak acara pernikahan yang seperti ini, amin….

CH

Do Good (bagaimana desainer dapat mengubah dunia)

Beberapa bulan lalu gw mendapat info dari salah satu rekan (pdhl bukan desainer, tp praktisi green) katanya bagus loh buku ini, hmm.. sebelumnya pernah liat sih di web dgi, tapi pas liat masih bahasa inggris dan dapetinnya gatau dmn masih rada males, eh pas tau udah terjemahan bahasa indonesia, dan bisa di beli di toko aikon (kemang selatan) langsung deh meluncur ke sana.

Spesifikasi bahan yang digunakan di buku ini pun sudah menarik, yaitu menggunakan kertas leces (daur ulang 100%, dan produk lokal) walaupun sayang tidak dijual per lembar, melainkan gulungan.

Serunya buku ini tidak berbicara mengenai teknis desain, atau sekedar tampilan desain yang bagus seperti apa, melainkan mempengaruhi pola pikir, bahkan tindakan desainer dalam berkarya. Buku ini menyentuh ideologi mendasar seorang desainer, apakah mereka good desainer and good people, or hanya salah satunya saja.

Di buku ini membahas mengenai karya desain yang mengeksploitasi dunia wanita, dan beberapa desain yg tidak jujur dalam menyampaikan pesannya, sehingga penerima pesan bukannya ter-edukasi, melainkan pembodohan yang terjadi, dan hal tersebut hanya untuk kepentingan profit semata, perlu diingat bahwa peran desainer disana sangatlah nyata. Selain itu David B. Berman menjabarkan begitu antipatinya dia dalam menilai iklan rokok, biarpun iklan rokok memiliki kreativitas yang tinggi, namun secara produk David melihat tidak ada nilai positifnya.

Di buku ini pun tidak ketinggalan kritik mengenai perusakan lingkungan, dimana banyak sekali desain yang dihasilkan oleh beberapa perusahaan membuat masyarakat menjadi lebih konsumtif, dan ini mengakibatkan langit kotor, kutub mencair, laut marah, dan bumi hancur. Ada beberapa quots di buku ini yang sangat menarik, seperti salah satunya,

Desainer membuat sampah paling indah di bumi

Scott Ewen, Emigre

David mengajak para desainer untuk berjanji berbuat kebaikan, dengan cara: SEGERA (waktu untuk bertindak adalah sekarang), 1. ETIKA (saya akan jujur dalam bekerja), 2. PRINSIP (saya akan jujur pada diri sendiri), 3. USAHA (saya akan menyediakan paling tidak 10% dari waktu kerja saya untuk memperbaiki dunia).

Gw sebagai enterpreneur yang berhubungan dengan desain, merasakan buku ini sangat bermanfaat, gw memiliki kapasitas untuk melakukan perubahan yang bersifat kolektif, dimana perubahannya dapat terjadi pada seluruh personil gw, misal dengan lebih selektif mencari klien, dan mampu memberikan solusi bagi klien gw agar lebih jujur, dan tentunya tidak melanggar janji yang telah disebutkan oleh David di bukunya.

salam good design and good people

CH

Khasiat tempat minum (tumbler)

Mulai sekarang isi tas gw bertambah berat, karena kemana-mana harus membawa tumbler, emang penting yah? bukannya di warung-warung tersedia air mineral kemasan yang siap untuk kita minum. Emang dasarnya gw pengen irit kali yah.. hehe.

Sebenarnya bukan masalah irit yang menjadi pertimbangan utama gw, tetapi “bertindak green” adalah faktor utamanya, dengan membawa tumbler kita mampu mengurangi penggunaan sampah plastik, yang tiap hari jumlahnya semakin bertambah di bumi kita tercinta ini. Sebagian besar dari kita pasti mendengar berita bahwa di Australia musim panas dan dingin terjadi berbarengan, gausah jauh-jauh deh, di daerah kita saja saat ini cuaca menjadi sulit ditebak, apakah hal itu kehendak-Nya, atau emang sudah takdir?

Menurut para pakar sih, climate change terjadi akibat global warming, dan global warming itu terjadi sebagian besar karena ulah manusia, bla… bla… hal ini sih tinggal googling juga banyak keluar kok :) . Disini sih gw cuma mau berbagi manfaat menggunakan tumbler berdasarkan sudut pandang gw pribadi.

Selain bermanfaat mengurangi sampah plastik, ternyata tumbler juga bisa menigkatkan sosialisasi loh, apalagi dengan yang berbeda gender :) . Berdasarkan pengalaman gw sih pengguna tumbler ini sebagian besar adalah wanita, dan mereka membeli kebanyakan hanya sebatas “lifestyle“, mungkin karena merknya yang menjadi pertimbangan, atau karena sebagai eksistensi di kalangannya. Jika gw sedang makan dan melihat ada yg serupa, bisanya gw nyeletuk, “wah kurang 2 lagi nih, biar jadi satu paket, hehehe” dan mereka pasti mengerti dengan pembicaraan yg gw lontarkan, akhirnya perbincangan pun berlanjut.

Seru kan menggunakan tumbler, jika memang faktor green belum bisa menjadi faktor utama, mungkin faktor lifestyle, ekonomis, atau eksistensi bisa menjadi salah satu faktornya, dan yang pasti kesemuanya tersebut berdampak positif bagi bumi kita. mengutip salah satu quots,agar kita tidak semena-mena dan menjadi super duper egois :) .

kita tdk mewarisi tanah ini dr nenek moyang kita, kita meminjamnya dr anak cucu kita (peribahasa haida)

salam tumbler

CH

12 September — Hari bebas kantong plastik

Ternyata tahun 2010 ini, bertepatan dengan lebaran hari ke-2, biasanya kl lebaran banyaknya sih di rumah sambil makan, jarang keluar buat belanja, pas dpt THR baru tuh, hehe, kl lebaran pk kantong plastik pas ngapain yah??? blank…. mending ngobrol-ngobrol sama orang rumah aja dulu, mereka lebih tau bkin apa ajah di lebaran, kl gw tahu makannya doang, dan sepertinya jarang belanja di hari ke-2, kecuali kl mudik, paling kl mau berangkat mudik, jgn lupa bawa tas lipat kesanyangan gw, biar kl belanja di sepanjang perjalanan dan belanja di kampung halaman, ga perlu pk kantong plastik.

Undangan ramah lingkungan itu seperti apa yah? mm….

Menurut kami antara lain:

1. Menggunakan kertas dan material pendukung yg ramah lingkungan, sebaiknya lokal, karena jika import, ketika proses pendistribusian memakan emisi yg cukup besar

2. Ukuran kertas tidak terlalu besar, begitupun dengan jumlah halamannya (usahakan tidak banyak kertas yg terbuang, disesuaikan dengan area mesin cetak)

3. Menggunakan tinta yg ramah lingkungan (sebagian percetakan sudah menggunakannya)

4. Desain/tampilan undangan menggunakan font ramah lingkungan (tidak terlalu tebal), menghindari warna blok (untuk hemat tinta).

5. Selipkan pesan ramah lingkungan, misal: bagi kami 2 anak sudah cukup, mari menanam pohon, mari hemat kertas, datanglah ke pernikahan kami beramai-ramai (1 mobil penuh) demi menghemat emisi, dll…

6. Jangan menggunakan plastik sebagai amplop/pelindung undangan, pilihlah material seperti kalkir, atau amplop kertas polos saja (agar amplop bisa digunakan kembali sebagai angpao)

7. Selamet mencoba….. :D

salam ramah lingkungan

chandram-undanganpro

March-April, …. we call innovation month

Aplikasi iphone mampu mendeteksi produk ramah lingkungan

inhabitat

Mungkin dimasa depan masyarakat kota besar akan lebih selektif memilih barang, hal tersebut terbukti dengan diluncurkannya aplikasi untuk iphone yang mampu mendeteksi produk ramah lingkungan hanya dengan melihat barcode yang tertera di produk yang ingin dibeli.

Perusahaan berlogo apel ini memang semakin ramah lingkungan, karena produk macbook yg berwarna putih pada tahun 2007 sempat di protes, karena masih menggunakan bahan yang tidak ramah lingkungan. Akhirnya dengan munculnya new imac, dan juga macbook pro yang terbaru perusahaan ini melakukan pembenahan, tidak hanya bahannya yang ramah lingkungan, ukuran packagingnya pun diperkecil agar lebih hemat bahan bakar dalam proses pendistribusiannya.

Mudah-mudahan aplikasi ini mampu dipraktekkan di Indonesia, karena dengan cara seperti ini, masyarakat yang notabene pasar akan lebih terdidik, dan peduli terhadap lingkungan, karena perekonomian negara kita saat ini berbasis mengikuti kebutuhan pasar. Mari kita mulai bertindak sekarang, untuk membuat pasar tidak menjadi super duper konsumtif.

chandra-hopeplus