Tulisan kali ini banyak bersumber dari kelas pasca YISC Al Azhar, hari minggu (11 September). Padahal baru nyampe jam 11 siang (telat 1 jam) tapi materi dr Ust Basamallah lc…. Subhanallah padet, banyak, semuanya menarik dan penting. Ampe bingung nyatetnya. Hmm… mulai dari yg inget aja deh, ga berurutan gpp kan
Mulai dari pertanyaan deh. Yg pertama diangkat pertanyaan dari rekan saya Rouf, Beliau membahas tentang pernikahan. “apakah menikah dibulan Muharram itu kurang baik? katanya bulan yg panas”. Menurut ust, tanggapan itu salah, karena Muharram merupakan salah satu bulan yg dimuliakan, jadi intinya menurut Ust. tetap baik kok jika orang berbuat kebaikan (seperti menikah) di bulan itu. Bahkan ada yg bilang hari selasa itu hari sial. Padahal tidak, jangan kita terpengaruh dengan hal tersebut, jika tidak ada firman dan hadistnya.
Kemudian ada pertanyaan dari ukhti angkatan azzawawi, yg menanyakan tentang hari memulai puasa, apakah benar jangan hari jumat, sabtu, dan minggu? Kemudian menurut ust, dalam hadist syahih ada, bahwa hari jumat adalah hari besar Islam, sabtu yahudi, dan minggu nasrani. Sebaiknya jika berniat berpuasa memulainya jangan dihari tersebut.
Belum lagi sindiran dari ust. khususnya untuk saya Seperti ketika ingin solat malam, sebelum tidur biasanya kita menyiapkan jam weker, bahkan cambuk jika perlu (lebay juga Ust,nya, hehe), nah hal tersebut kurang pas mnurut ust. Sebaiknya kita kumpulin dalil yg membahas tentang keutamaan solat mlm, benefitnya lah…. InsyaAllah akan mudah terbangun (harus dicoba nih, hehe). Terus Beliau menyarankan untuk memiliki catatan amalan, hari ini kita sudah melakukan apa saja, dan jangan dimulai dengan yg berat, misal jika gambaran kita solat malam itu harus baca surat yang panjang, mending untuk awal, baca al-asr, sm al-kautsar ga masalah, dan mulai solat malamnya jam 4 ajah, daripada solat malemnya dapet, subuhnya kebablasan, sama ajah mau mancing paus sama teri, eh malah teri yg dapet, pausnya lepas.
Sebaiknya kita kumpulin dalil yg membahas tentang keutamaan solat malam, bukan mengandalkan jam weker
Amalan yang dikerjakan secara konsisten, misal dgn puasa senin-kamis, atau solat malam dari usia sekarang, hingga usia kita menginjak ke 50 tahun, dan jika secara fisik kita tidak sanggup melakukannya lagi, ternyata pahalanya tetap mengalir lho… (ada hadistnya juga, kt pak ust.) Belum lagi jika kita berpuasa di bulan yg dimuliakan Allah, seperti 9 dan 10 Muharram, tanggal dimana Musa diselamatkan dari Firaun, ternyata dosa kita 1 tahun sebelumnya, dan 1 tahun sesudahnya dimaafkan (untuk dosa kecil yah). Sama benefitnya jika berpuasa 9 hari di bulan Djulhijah (puncaknya tgl 9 Dhulhijah), asal jangan hari tasyrik/hari makan.
Maaf pembaca blogkuh, kl sok religius gini, hehe… memang urusan agama itu sering dikaitkan dengan urusan personal, Tapi mending di tulisan begini kan, ada penjelasannya dkit
, yg bahaya itu jika update status yg berhubungan dengan religi di media sosial, apakah status tersebut bener2 ikhlas atau malah jadi riya (beda tipis lho..). Hmm… tapi kalo ktemu/ngobrol dengan saya ga ngobrolin agama terus kok
.
sorry n thnks
CM
Posted on September 14, 2011
0