Home

Hari ini, tgl 5 september 2010, saya dan rekan saya rudy mendapat kesempatan mengirim barang cetakan (yg telah kami desain dan cetak) menuju Palangkaraya (Kalimantan Tengah), Tindakan ini kami lakukan berhubung sebelumnya saya telah berusaha menelpon beberapa ekspedisi, dari mulai yg lokal hingga interlokal, dan ternyata jika saya mengirim barang hari sabtu tidak ada yg bisa menjamin hari senin siang barang akan sampai di Palangkaraya. Akhirnya saya memutuskan untuk melakukan pengiriman port to port. Berbagai pilihan membuat saya bingung, tapi karena saya orang yg korban brand (maklum anak advertising), saya memilih untuk menggunakan cargo garuda.

Ini adalah pengalaman pertama saya, dimana saya benar2 tidak tahu sama sekali dimana lokasi gudang bandara soekarno-hatta, yang ternyata posisinya di dekat terminal 3, dan tentu damri tidak melewati gudang ini. Ketika saya sampai di gudang, terus terang saya dan teman saya bingung, “ini mau kemana, trus ngapain, trus barang yg kt bawa ini mau diapain, udah berat lagi :)”. Akhirnya saya memutuskan untuk bertanya satpam yg berada di pos depan, dan ternyata untuk masuk ke dalam gudang memerlukan kartu pass, “wow saya baru tahu”, kemudian saya bertanya kembali, “gmn cara saya mendapatkannya pak?” ada 2 cara sih mas, satu mas belok kiri, lalu membeli di tempat resmi, kemudian mas balik lagi di pintu masuk, trus menunjukkan kartu pass yg telah dibeli, kemudian cara 2, mas langsung ke pintu masuk, trus nego ajah sama satpamnya, mas gausah beli kartu intinya, tp itu tserah mas sih, saya cuma kasi tau ada 2 pilihan….

Hehe… saya sambil tersenyum kecil, wah, di pintu masuk saja sudah ada yg mengganjal nih, kenapa sih penjualan kartu pass ga langsung aja di pintu masuk, jika yg datang menggunakan kendaraan pribadi sih enak, tinggal injak gas dan putar stir, nah yg jalan kaki kayak gw ini lumayan repot, blon lagi siang2 dan bulan puasa :). Okeh ceritanya saya lompat dkit :) intinya saya sudah masuk ke dalam cargo, di sana ada pilihan beberapa brand, untuk garuda punya space tersendiri, tidak seperti kompetitor lain yg dalam satu space ada beberapa brand. Keganjalan kedua saya berlangsung lagi, ketika saya sampai, langsung ada beberapa orang yg menghampiri saya, mereka menggunakan seragam hitam oranye, “kirim kemana mas?”, kemudian saya jawab Palangkaraya, tanpa pikir panjang mereka langsung membantu saya menurunkan barang yg saya gendong dengan tas, dan saya tenteng dengan tangan, lalu mereka langsung mengikatnya menjadi satu.

Dalam hati saya, lah kok bgini yah, gada komitmen diawal, berapa duit kek, atau kenalan dlu kek :D. Untungnya teman saya Rudy memiliki beberapa kenalan yg bekerja disana, kita saling berbincang-bincang, kemudian dia bertanya “kirim kmn rud?” ke Palangkaraya, “udah booking? trus pk apa?” udah, pk garuda, jiaahh… kemudian temannya tersenyum, “wah kalo garuda mah di sebelah rud, di sinimah sriwijaya”, jadi malu gw, ketahuan amatirnya, hehe.. Tapi anehnya si orang taktis tersebut (kt tmn saya sih nmnya porter) kyak nama penyihir yah :D, dia tetap fokus dengan barang yg saya bawa, dia mengikat, me-lakban, hingga menimbang barang tersebut.

Kemudian Rudy berbicara ke orang taktis itu, “Bang pk garuda bang, bukan di sini”, trus dia dengan polosnya, okeh mas, saya bawain ke sebelah… dia lngsung mengangkat barang tersebut lalu saya dan rudy mengikutinya. Sampai di sebelah (setelah barang tersebut rapih dijadikan satu) orang tersebut langsung memberikan form ke saya, “diisi mas” wah saya makin bingung, saya drpd bego seumur hidup, mending nanya langsung ke loket deh, “mas saya ngisinya gmn nih?”, “ke sebelah ajah mas” saya lngsung ke loket sebelah, trus bertanya kembali “ini form diapain mas?” dia bilang “mas harus reservasi dlu”, lalu saya menjawab, “ow saya sudah melakukannya via telp kemarin, atas nama CCK, dengan nomor penerbangan xxx, nomor angkut xxxxxx. Untung saya sudah reservasi, jadi disana dia langsung memberikan kode tersebut, dan saya langsung mengisinya di form.

Setelah form tersebut diisi, saya memberikan ke loket 1, si orang taktis tersebut memberikan form lagi, ktnya ini untuk jaminan keselamatan barang, dan setelah saya isi, saya diminta dana lg, ga besar sih, tp ribet ajah. Setelah dari loket 1, orang taktis itu mengambil form saya dan menaruhnya di loket 2, dan dia secara tidak langsung menyuruh saya untuk duduk saja, biar dia yg mengurus semua ini, tp karena saya penasaran.com, jd saya ikutin si orang taktis ini, dan sambil bertanya, “ini bwt bayar yah mas?” kt dia “blon mas, nanti di loket ke-3″. Setelah sampai ke loket ke-3, barulah saya mengeluarkan uang untuk membayar, lalu diberi bukti pembayaran dan stiker untuk ditempel di barang bawaan saya.

Namun hal tersebut belum kelar, ketika sudah ditempel, orang taktis tersebut meminta uang kembali, ktnya untuk biaya bagasi mas, okeh, saya turuti, karena jumlahnya pun tidak besar. Dan ketika barang saya sudah masuk ke dalam gudang saya diberi bukti pembayaran, dan orang taktis itu baru menagih, “mas, berapa aja deh”, hehehe… kl saya kasi seribu, pasti dia gamau :D.

orang taktis tersebut tidak memanfaatkan secara maksimal perannya sebagai manusia, yg dia lakukan bisa tergantikan oleh sistem atau robot

Inti dari pengalaman saya ini, lebih kepada pertanyaan, knp orang taktis tersebut harus ada? toh saya sendiri pun bisa melakukannya, memang sih peran orang taktis itu sangat membantu, saya tidak perlu ke loket sana sini, saya pun tidak perlu membungkus barang saya sendiri. Tapi mnurut saya orang taktis tersebut tidak memanfaatkan secara maksimal perannya sebagai manusia, yg dia lakukan bisa tergantikan oleh sistem atau robot, bisa saja dengan signage, atau papan informasi maka peran merekapun bakal hilang.

Salam porter :)

CH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s